Tampilkan postingan dengan label REVIEW PERKULIAHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REVIEW PERKULIAHAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juni 2013

FILSAFAT VS ILMU

Beda filsafat dengan ilmu
Dalam mencari kebenarannya ilmu dilakukan penelitian sedangkan filsafat dicari kebenaran dengan perenungan.
Filsafat terbagi menjadi 2 yaitu :
1.      Filsafat umum
      Yang termasuk dalam filsafat umum  yaitu  epistimologi, ontologi dan aksiologi
2.      Filsafat khusus
      Yang termasuk dalam filsafat khusu yaitu filsafat pendidikan, hukum, sejarah dan seni.
Bidang garapan filsafat : metafisika, logika dan estetika (sesuatu yang indah).  
Metafisika adalah usaha yang memperoleh suatu penjelasan yang benar tentang kenyataan, studi tentang sifat dasar kenyataan dalam aspeknya yang paling umum sejauh hal itu dapat dicapai, studi tentang kenyatan yang terdalam dari semua hal, suatu usaha intelektual yang sungguh – sungguh untuk melukiskan sifat – sifat umum dari kenyataan, dan teori tentang sifat dasar dan struktur dari kenyataan.
Metafisika : ontologi ( menyelidiki sifat dasar dari apa yang nyata secara fundamental dan teori ontologi yaitu teori mengenai prinsip dan apa adanya), kosmologi ( menyelidiki jenis tata tertib yang paling fundamental dalam kenyataan, apakah yang ada itu selalau ada ? seperti apa adanya ? bukan kebetulan yang mengandung penyesuaian ) dan antropologi ( filsafat tentang manusia: hakekat manusia dalam alam dan pentingnya manusia dalam alam ).
Kehidupan adalah suatu kesatuan tubuh ( fisik ) dan jiwa ( psikis ) yang dalam keterpaduan yang memiliki energi. Energi adalah berupa kesadaran yang dimanifestasikan dalam gerak psikomotorik, yang bersumber dari potensi psikis ( kognitif dan afektif ) menjadi gerak fisik dalam “merespon” setiap dan semua objek dari dalam dan luar diri.

Minggu, 26 Mei 2013

REVIEW DASAR-DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN


REVIEW LANDASAN FILSAFAT TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Pokok bahasan yang dibicarakan pada pertemuan kedua ini adalah Landasan Filsafat Teknologi Pendidikan.
Pendidikan merupakan salah satu cara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti yang diamanatkan pada pembukaan undang-undang dasar 45. Pendidikan telah ada sejak dahulu jauh sebelum kita dilahirkan, dengan cara dan konsep yang sesuai dengan zamannya. Pendidikan dari zaman ke zaman terus mengalami perkembangan, cikal-bakal pendidikan yang diwariskan dari para pendahulu terus di kembangkan hingga masa sekarang.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampillaman yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Teknologi pendidikan adalah suatu cara mengajar yang menggunakan alat-alat teknik modern yang sebenarnya bukan untuk keperluan pendidikan tapi dapat dimanfaatkan dalam pendidikan.Yang merupakan inti teknologi pendidikan adalah progamnya yang harus disusun menurut prinsip-prinsip tertentu.
Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Sedangkan yang dimaksud dengan Profesionalisme guru disini adalah kemampuan guru untuk melakukan tugas pokoknya sebagai pendidik/pengajar meliputi kemampuan merencanakan, melakukan, dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. Pada prinsipnya setiap guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. Jika jumlah guru cukup banyak, maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru senior untuk melakukan supervisi. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh meningkatnya kinerja guru yang ditandai dengan kesadaran dan keterampilan melaksanakan tugas secara bertanggung jawab.
Landasan Filsafat Teknologi Pendidikan adalah landasan yang bersumber dalam filsafat pendidikan yang menyangkut keyakinan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan. Dan landasan ini juga melihat teknologi dari kebenaran logika/akal. Landasan filosofis dibagi menjadi 3 yaitu : Ontologi (apa) merupakan asas dalam menetapkan ruang lingkup wujud yang menjadi objek penelaahan, serta penafsiran tentang hakikat realitas dari objek tersebut. Ada 3 ruang lingkup wujud objek penelaahan (ontology) teknologi pendidikan yaitu :
•   Adanya berbagai macam sumber untuk belajar termasuk orang (penulis buku, prosedur media dll), pesan (yang tertulis dalam buku atau tersaji lewat media), media (buku, program televisi, radio dll), alat (jaringan televisi, radio, dll) cara-cara tertentu dalam mengolah/ menyajikan pesan serta lingkungan dimana proses pendidikan itu berlangsung.
•   Perlunya sumber-sumber tersebut dikembangkan, baik secara konseptual maupun faktual.
•   Perlu dikelolanya kegiatan pengembangan, maupun sumber-sumber untuk belajar itu agar dapat digunakan seoptimal mungkin guna keperluan belajar.
Epistimologi (bagaimana) yaitu merupakan asas mengenai cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi suatu tubuh pengetahuan. Ada 3 isi dari landasan epistimologi teknologi pendidikan yaitu :
•   Keseluruhan masalah belajar dan upaya pemecahannya ditelaah secara simultan. Semua situasi yang ada diperhatikan dan dikaji saling kaitannya dan bukannya dikaji secara terpisah-pisah.
•   Unsur-unsur yang berkepentingan diintegrasikan dalam suatu proses kompleks secara sistematik yaitu dirancang, dikembangkan, dinilai dan dikelola sebagai suatu kesatuan, dan ditujukan untuk memecahkan masalah.
•   Penggabungan ke dalam proses yang kompleks dan perhatian atas gejala secara menyeluruh, harus mengandung daya lipat atau sinergisme, berbeda dengan hal dimana masing-masing fungsi berjalan sendiri-sendiri.
Aksiologi (untuk apa) yaitu merupakan asas dalam menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh dan disusun dalam tubuh pengetahuan tersebut.
Landasan pembenaran atau landasan aksiologis teknologi pendidikan perlu dipikirkan dan dibahas terus menerus karena adanya kebutuhan riil yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.
Tekad mengadakan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar.
§ Keharusan meningkatkan mutu pendidikan berupa, antara lain:
§ Penyempurnaan kurikulum, penyediaan berbagai sarana pendidikan, dan
§ Peningkatan kemampuan tenaga pengajar lewat berbagai bentuk pendidikan serta latihan.

Penyempurnaan sistem pendidikan dengan penelitian dan pengembangan sesuai dengan tantangan zaman dan kebutuhan pembangunan.
§ Peningkatan partisipasi masyarakat dengan pengembangan dan pemanfaatan berbagai wadah dan sumber pendidikan.

Tokoh-tokoh dalam Pengembangan Teknologi Pendidikan
Tokoh yang berasal dari Indonesia dan terkenal dengan julukan Bapak Teknologi Pendidikan adalah Bapak Yusufhadi Miarso, beliau merupakan aset berharga yang dimiliki Indonesia. Beliau mengamdikan dirinya untuk perkembangan dunia teknologi pendidikan.

Edward L. Thorndike (1874-1949). Dalam hal ini beliau menghasilkan sejumlah “hukum” belajar, diantaranya low of effect. Menurut hukum ini belajar akan lebih berhasil bila respon murid terhadap suatu stimulus segera disertai rasa senang atau rasa puas merupakan pujian atau hadiah, yang disebut reiforcemend. Reiforcemend ini, memperkuat antara Stimulasi dan Response.

Sidney L Pressey, menyusun program yang terdiri atas serentetan tugas-tugas yang disebutnya software dan disamping itu suatu alat yakni teaching machine sebagai hardware.

Norman C. crowder mengadakan variasi dalam pelajaran programa untuk memperhatikan perbedaan individual dengan mengembangkan branching program, program bercabang.

Ivan Pavlov (1849 – 1936), mengadakan percobaan dengan anjing untuk mempelajari proses belajar secara ilmiah. Proses belajar yang diselidikinya adalah "conditioning". Anjing yang mula-mula mengeluarkan air liur, bila disodorkan makanan, dan akan keluar air liurnya bila misalnya dibunyikan lonceng, yang semula disodorkan  bersamaan dengan makanan dan kemudian ditiadakan.

B.F. Skinner, Di antara ilmuan dalam bidang proses belajar yang paling berpengaruh terhadap perkembangan teknologi pendidikan ialah Skinner, Ia banyak melakukan eksperimen dengan binatang diantaranya yang paling terkenal dengan burung merpati untuk mempelajari cara mengubah kelakuan binatang itu. Ia memberikan stimulus tertentu dan segera memperkuat atau "mereinforce" respon yang diinginkan dengan memberi makanan sampai bentuk kelakuan itu mantap. Kemudian "reinforcement"  itu berangsur-angsur dapat dikurangi untuk mempertahankan bentuk kelakuan yang telah dipelajari itu agar jangan lenyap atau di lupakan.

DASAR PEMIKIRAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Tujuan pendidikan adalah mengubah anak, yaitu caranya berpikir merasa, berbuat, jadi mengubah kelakuannya. Kurikulum disusun untuk mendorong anak berkembang kearah tujuan itu. Sudah selayaknya pendidik maupun anak didik harus tahu apa yang harus dicapai. Adanya tujuan yang jelas sekaligus memberikan ukuran tentang keberhasilan pelajaran. Bila tujuan tidak dapat tercapai maka ada kekurangan dalam proses belajar-mengajar itu.

REVIEW KULIAH UMUM TEKNOLOGI PENDIDIKAN


KULIAH UMUM WITH Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc
REVIEW PERKULIAHAN UMUM
Perkuliahan Umum dengan bapak Teknologi Pendidikan Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc
Tujuan perkuliahan
1.      Memahami latar belakang tumbuh dan kembangnya teknologi pendidikan
2.  Meyakini kegunaan Teknologi Pendidikan dalam Membantu memecahkan masalah belajar dan pembelajaran
3.      Menghayati arti penting teknologi Pendidikan dalam pembangunan sistem Pendidikan

Judul materi perkuliahan
1.      Landasan Teknologi Pendidikan
2.      Definisi Teknologi Pendidikan
3.      Perkembangan Konsep Teknologi Pendidikan
4.      Trends in Educational Technology
5.      Latar belakang Historis Teknologi Pendidikan
6.      History of educational Technology (Roblyer)
7.      Belajar (Bahan Diskusi)
8.      Pembelajaran (Bahan Diskusi)
9.      Tujuan Belajar dan pembelajaran (Bahan Diskusi)
10.  Paikem Paimo (penerapan Teknologi Pendidikan dalam Proses Pembelajaran)
11.  Profesi dan Pendidikan keahlian Teknologi Pendidikan
12.  Sekilas Peran Teknologi Pendidikan dalam Pembaharuan Pendidikan.
Perkuliahan umum dibagi menjadi dua sesi yaitu pagi dan siang. Sesi pagi hari membahas judul materi 1-6 dilanjutkan dengan sesi siang setelah istirahat membahasan judul materi 7-12.

Sesi Pagi
LANDASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Beberapa landasan yang dibahas pada sesi ini yaitu landasan Filsafat Pendidikan, Landasan teori & teknologi informasi, Landasan teori ekonomi & manajemen, Landasan teori & konsep sistem, Landasan teori dan konsep organisasi, Landasan empirik & praksis, Landasan kebijakan dan Landasan historis.  
Beberapa uraian dari Materi pagi adalah sebagai berikut:
LANDASAN FILSAFAT
Memperoleh kebenaran sebagai suatu disiplin (pengetahuan terapan) yang berdiri sendiri. ada 3 kajian dalam landasan filsafat yaitu: Ontologi yang membahas tentang apa hakekat gejala yang dikaji, Epistimologi membahas tentang bagaimana cara mengkaji dan Aksiologi yang membahas tentang apa nilai/manfaat pengkajian tersebut.

LANDASAN TEORI DAN KONSEP SISTEM
Pada landasan teori dan konsep sisitem membahas tentang teori hubungan manusia dan lingkungan, teori idealis, realis, rasionalis, empirik, teori perkembanngan, konsep pendidikan sepanjang hayat, konsep pendidikan yang membebaskan dan konsep pemberdayaan (UUD No.20)

LANDASAN ILMIAH DAN PENELITIAN
Kebenaran ilmiah dan pendekatan penelitian. Kebenaran ilmiah meliputi idealisme, rationalisme dan empirisme, sedangkan pendekatan penelitian meliputi positivisme dan post-positivisme

LANDASAN PSIKOLOGIS
Psikologi umum (intelegensi, motivasi, persepsi, minat dsb), psikologi terapan (psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi massa dan psikologi komunikasi).

LANDASAN TEORI BELAJAR
Macam-macam teori belajar yaitu: teori perkembangan kemampuan, teori perkembangan kognitif, teori pemprosesan informasi, teori belajar behavioristik, teori belajar humanis, dan teori belajar konstruktivisme

LANDASAN TEORI & TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Hakekat komunikasi, model komunikasi,saluran komunikasi, proses dan hasil komunikasi, omunikasi massa, sinergi dengan teknologiinformasi.

LANDASAN LAIN-LAIN
Visi TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Terwujudnya berbagai pola pembelajaran dengan dikembangkan dan dimanfaatkannya aneka sumber proses, dan sistem belajar sesuai dengan kondisi, kebutuhan dan potensi setiap pemelajar, menuju terbentuknya masyarakat belajar dan berpengetahuan.

PERKEMBANGAN KONSEP
Setiap konsep diwakili oleh suatu istilah agar mudah dikomunikasikan. Istilah itu menimbulkan suatu gagasan tertentu dan mewakili acuan tertentu. Gagasan juga merujuk pada acuan. Penjelasan istilah yang mengandung gagasannya dan acuan merupakan definisi.
Definisi konsep secara konotatif adalah menghubungkan, menjelaskan dengan konsep lain yang kurang abstrak. Sedangkan definisi denaotatifnya adalah menunjukan gagasan dan acuan, termasuk kondisi, prosedur dan lain-lain yang diperlukan.

LATAR BELAKANG HISTORIS TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI INDONESIA
Awal pemecahan Masalah pendidikan balai kursus tertulis pendidikan guru (BKPTG) 2 juli 1950 membahas bahan belajar mandiri dan tutorial, siaran radio untuk Demobilisasi pelajar pada tanggal 3 Juli 1951 yang terhenti pada tahun 1954 dan kursus tatabuku & hitung dagang melalului korespondensi (Effendi Harapan, 1952 Semarang)
Kondisi yang mempengaruhi perkembanngan teknologi pendidikan adalah posisi disekitar kattulistiwa yang merupakan kondisi ideal untuk peredaran satelit sinkron dengan perputaran bumi, Indonesia merupakan negara berkembang pertama yang memiliki satelit komunikasi domestik, kondisi geografis dengan kepulauan yang banyak dan tersebar sehingga telekomunikasi akan sangat brperan dan persebaran penduduk yang tidak merata, menyababkan kesenjangan dalam pelayanan.
Kegiatan-kegiatan pengembangan:
-          Pengkajian studi dan kelayakan (1968-1973)
-          Pendidikan tenaga ahli diluar Negeri (1970-1980)
-          Sosialisasi gagasa (1972)
-          Pelatihan tenaga terampil (1972)
-          Uji coba produksi program radio (1973)
-          Eksperimen di DIY, jateng dan Irja (1973-1974)
-          Evaluasi hasil eksperimen (19775)
-          Studi banding ke manca Negara (1975)

Sesi Sore dimulai sekitar pukul 14.00 dengan membahasan materi-materi selanjutnya dan ditutup dengan sesi tanya jawab. Pada akhir perkuliahan kami diberikan kesempatan untuk berfoto bersama yang dipandu oleh dosen pengampuh mata kuliah Dasar-Dasar Teknologi Pendidikan.